Review Jumanji : Welcome to The Jungle, Welcome Back !!!

Review Jumanji : Welcome to the Jungle






1. Review (awas spoiler)


Welcome back!!! Akhirnya datang juga film Jumanji versi terbaru, pada awalnya penulis tidak tahu film ini akan menjadi reboot atau remake dari film Jumanji (1995). Minimal penulis bisa bernostalgia dengan film Jumanji (1995), yang membuat imajinasi penonton menari-nari di jaman itu.

Jumanji versi 2017 membawa judul : Welcome to the Jungle, dan membawa aktor spesialisasi film Box Office, "The Rock" Dwayne Johnson. Walaupun penampilannya di Baywatch (2017) kurang nendang, penampilannya selalu dinanti.

Jumanji : Welcome to the Jungle (selanjutnya akan disebut Jumanji saja), membawa cerita yang sedikit berbeda dengan Jumanji 1995. Papan permainan yang menjadi "masalah" di Jumanji 1995, berubah menjadi sejenis kaset game Nitendo yang populer di jaman 90an.

Awal dari film ini adalah akhir dari film Jumanji 1995. Jumanji yang dibuang Alan Parrish (Robin Williams/Adam Hann-Byrd), terdampar di pasir tepi pantai di tahun 1996. Jumanji ditemukan oleh seorang pria dan diberikan kepada anaknya, Alex Kereket (Mason Guccione). Alex membuka papan permainan itu, dan merasa permainan Jumanji itu sudah old fashion dan dia memilih bermain game konsol. Saat malam, Alex mendengar bunyi genderang khas Jumanji, dia menemukan suara itu berasal dari dalam papan Jumanji, dia ambil papan Jumanji itu, dan dia buka. permainan dadu berubah menjadi kaset untuk konsol video game. Tanpa pikir panjang Alex memainkan kaset game itu, dan seketika ruangan kamar Alex dipenuhi cahaya hijau.

Setting waktu berubah menjadi jaman now, Spencer Gilpin (Alex Wolff) juga memainkan konsol game yang tentu lebih canggih dari konsol Nitendo tahun 90an. Dia mempunyai teman sekolah, yang sebenarnya teman masa kecilnya, Anthony "Fridge" Johnson (Ser'Darius Blain). Dengan tubuh kekar dan besar Fridge sering meminta Spencer untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.

Diceritakan juga tokoh lainnya, Bethany Walker (Madison Isema), gadis yang selalu update dengan media sosial dan selalu bergelut dengan smartphone-nya, bahkan ketika pelajaran sekolah dia melakukan video call. Satu lagi gadis dalam cerita ini adalah, Martha Kaply (Morgan Turner) gadis yang kurang aktif, pemalu, tapi mempunyai kebeneranian dan kecerdasan. Dengan satu keajaiban, keempat tokoh ini bertemu, mereka semua dihukum untuk membersihkan sebuah gudang tua di sekolah.

Dari kiri ke kanan : Spencer, Fridge, Marthadan Bethany


Spencer yang maniak game, menemukan sebuah konsol game tua di gudang itu, Fridge yang juga sudah merasa bosan membersihkan gudang tua itu, menyetujui ide Spencer untuk memainkan game konsol itu. Game itu berjudul "Jumanji : Welcome to the Jungle". Game itu mengharuskan gamer memilih karakter sebelum memulai game. Dr. Smolder Bravestone dipilih oleh Spencer, Profesor Sheldon "Shelly" Oberon dipilih Bethany, Ruby Roundhouse dipilih Martha dan Franklin "Mouse" Finbar dipilih Fridge. Ada satu karakter yang tidak bisa dipilih, Jefferson "Seaplane" McDonough. Keempat tokoh utama ini, memilih karekternya satu persatu, dan setelah itu cahaya hijau memenuhi gedung tua itu, mereka semua terkejut dan masuk ke dalam game itu, Jumanji.

Para tokoh di dunia Jumanji dari kiri ke kanan : Jefferson "Seaplane" McDonough,
Profesor Sheldon "Shelly" Oberon,
Ruby Roundhouse,
Dr. Smolder Bravestone,
Franklin "Mouse" Finbar


Mereka masuk ke dunia Jumanji dengan berubah wujud seperti tokoh yang mereka pilih. Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), Profesor Sheldon "Shelly" Oberon (Jack Black), Ruby Roundhouse (Karen Gillan) dan Franklin "Mouse" Finbar (Kevin Hart), bingung mengetahui tubuh mereka berubah bentuk. Tentu kebingungan mereka harus segera dipendam dalam-dalam, karena petualangan mereka baru dimulai.

Disini Jake Kasdan cerdik, anomali tokoh dengan dunia nyata dibuat nyeleneh di kehidupan Jumanji. Spencer yang semula berbadan kecil, di dunia  Jumanji menjadi pria dengan tubuh kekar. Fridge yang di kehidupan nyata, bangga dengan tubuh kekarnya, di dunia Jumanji menjadi pria bertubuh pendek yang kocak banget. Yang paling konyol adalah Bethany yang seorang wanita, berubah menjadi seorang pria gendut.

Dwayne Johnson dan Kevin Hart pernah bermain di film Central Intelligence (2016), mereka berduet kembali di film ini. Banyolan Kevin Hart akan mengocok perut anda sepanjang film ini. Ada satu adegan Bethany yang di perankan Jack Black di dunia Jumanji, ingin buang air kecil, tentu sangat epic melihat Bethany menirukan gaya buang air kecil gaya pria yang selama ini dia tidak tahu. Semua tokoh di Jumanji membawa sifat asli para tokoh di dunia nyata. Serta semua tokoh di dunia Jumanji, mempunyai kelemahan dan kelebihan yang kadang berguna sekali dan seringkali malah membuat lelucon di film ini. Yang menjadi menarik, semua tokoh di dunia Jumanji hanya memiliki 3 nyawa, dan bila di dalam game biasa kita bisa memulai lagi, tapi di dunia Jumanji, nyawa habis, itu berarti mereka juga akan mati, cerdik sekali Jake Kasdan!

Di film ini, permasalahan tokoh utama juga diperluas, untuk menghela nafas kita. Seperti Spencer yang ternyata menyukai Martha di kehidupan nyata, alasan mengapa Fridge tidak begitu menyukai Spencer walau mereka berteman sedari kecil, dan Bethany yang bisa hidup tanpa smartphone-nya.

Film ini sangat cocok anda tonton bersama keluarga anda. Humor intesitas tinggi, twist yang begitu menarik, seperti Alex Kereket yang berada di dunia Jumanji, rumah Alan Parrish yang ada di dunia Jumanji (ini menjadi jawaban, film ini merupakan lanjutan dari film Jumanji 1995, bukan reboot atau remake). Aktor dan aktris yang begitu maksimal, gambar yang memukau dan yang paling penting, Dwayne Johson.


2. Kesimpulan


Jake Kasdan, yang menjadi sutradara dan menjadi bagian tim penulis tentu tahu akan mengarah kemana film ini. Sebenarnya film ini tidak terlalu bertele-tele, kita akan disuguhkan permasalahan utama di awal cerita, diselingi humor segar, aktor yang kece, pengungkapan misteri di babak ketiga dan dibumbuhi twist-twist yang meriah, hanya itu, iya hanya itu. Film Jumanji yang dulu, menekankan cerita antar tokoh yang begitu mendalam, deep, dark and family. Kita akan segera sangat simpati dengan Alan Parrish, tentang hubungan ayah dan anak, dan hubungannya dengan Sarah, serta hubungan saudara Peter dan Judy. Jumanji : Welcome to The Jungle lebih ke arah fun and friendship.

Alan Parrish, Sarah, Peter dan Judy di Jumanji 1995


Tapi, harus disadari jaman sudah berubah. Seperti di film, papan permainan Jumanji merubah diri menjadi sebuah game. Film Jumanji juga harus beradaptasi dengan selera penonton di jaman ini.  Ambil contoh film keluaran Marvel dan DC Comics, tidak banyak yang suka dengan film DC Comics yang terkenal dark dan serius, justru film Marvel yang jenaka dan sangat menghibur yang sedang digandrungi penonton. Saya sangat senang dan mengucapkan selamat datang kembali kepada film Jumanji, Welcome back Jumanji! Tapi disisi lain saya masih merindukan film Jumanji 1995, I miss you!

Artikel ini bisa dibaca juga di Hipwee

Pengulas adalah seorang pecinta film dalam negeri maupun luar negeri, tidak pernah bersekolah film tapi merupakan penikmat film berdosis tinggi ,tapi jujur bukan orang gila. Pengulas hanya mengulas film dengan sejujur-jujurnya dan apa adanya berusaha berimbang dengan kelebihan dan kekurangan film itu sendiri.

Erisfika Bahrul Hikmah

Rating Film : 7.7/10

Sumber Artikel :
1. Wikipedia 
2. IMDB 
3. Goggle image 


Comments

Popular posts from this blog

Ulasan : Film Hangout (rilis : 22 Desember 2016)

Ulasan Film Cek Toko Sebelah 2017 : Berlari Tanpa Kaki