Ketika Sebuah Pertanyaan menjadi Sebuah Jawaban

Saya mulai bekerja mulai tahun 2010 di salah satu perusahaan yang terletak di Sidoarjo, sebuah kota di Jawa Timur. Pada waktu itu,BPJS Ketenagakerjaan masih bernama Jamsostek,dan di perusahaan itu saya tidak diikutsertakan program Jamsostek. Munculah sebuah pertanyaan dalam diri saya, "Bagaimana kalau tiba-tiba saya berhenti bekerja? darimana saya mendapatkan pemasukan?",kebetulan saat itu saya juga masih kuliah. Sampai suatu saat pertanyaan itu terjawab,saya menjadi salah satu karyawan yang terkena PHK,alasan perusahaan adalah efisiensi dikarenakan perusahaan waktu itu sedang sulit. 

Karena saya tidak punya ansuransi pribadi ataupun dari perusahaan (juga tidak mendapat pesangon, dikarenakan karyawan kontrak),hidup saya sempoyongan. Saya mencoba segala jenis pekerjaan,mulai dari penjaga warnet,sales promotion di sebuah dealer motor,sampai penjaga warung bakso disebuah kantin sekolah menengah atas. Sampai saat itu pertanyaan saya tentang,"Bagaimana kalau tiba-tiba saya berhenti bekerja? darimana saya mendpatkan pemasukan?" hanya bisa saya jawab sendiri. 

Dengan berbekal penglaman kerja di perusahaan yang terdahulu,saya terus mencoba mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pada pertengahan tahun 2011,saya diterima di sebuah perusahaan di Ngoro,kota di Jawa Timur juga. Di perusahaan yang baru,pertanyaan saya berganti, "Apakah nasib saya akan sama seperti dulu,tidak dapat ansuransi (dulu masih bernama Jamsostek) dari perusahaan?". 

Dan,alhamdulillah pertanyaan saya itu di jawab dengan indah oleh perusahaan saya. Saya diikutkan program Jamsostek,yang menanggung resiko kecelakaaan dan memberi Jaminan Hari Tua (JHT). Sebenarnya ada 4 program dari Jamsostek, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Saya menjadi punya rasa aman dalam bekerja,mempunyai semangat lebih untuk mempunyai etos kerja lebih tinggi. Tujuan utama bekerja adalah untuk mempunyai hidup yang lebih baik,Jamsostek bagaikan seorang sahabat yang mampu menemani setiap langkah saya.

Pada tahun 2014,Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Saya masih bekerja di perusahaan yang sama. Pada tahun 2015,terjadi kegaduhan dikarenakan banyak yang protes tentang proses pencairan dana JHT karyawan yang terkena PHK,dana JHT nya baru yang bisa diambil dalam jangka waktu 10 tahun. Pemerintah bergerak cepat dengan menerbitkan peraturan,untuk karyawan yang terkena PHK tidak perlu menunggu 10 tahun untuk mengambil dana JHT. Dalam pikiran saya,seandainya saya yang ada diposisi terkena PHK,dan saya juga pasti mengambil dana JHT itu. Seandainya saya tidak bisa bekerja di sebuah perusahaan lagi dan mungkin dana JHT saya buat untuk berwirausaha.lalu muncul pertanyaan lagi, "Bagaimana saya bahagia di masa tua?". 

Semua manusia diprogram sama untuk menginginkan kebahagiaan,bahagia adalah kepuasaan hidup yang hakiki. Tujuan saya bekerja tentu menginginkan kualitas hidup yang lebih baik,punya keluarga yang kelak lebih baik dari kehidupan saya,anak yang mempunyai cita-cita yang lebih tinggi dari pengharapan saya. Tentu di masa tua kelak,mata saya yang tentu mulai kabur,menginginkan melihat yang lebih dari sekedar melihat kaki yang sudah tak mampu melangkah. Melihat anak tersenyum lebar,melihat cucu bermain dengan riang,semua kebahagiaan mereka terpenuhi,dan yang paling penting saya tidak menjadi beban untuk anak cucu saya,itulah harapan kebahagiaan saya di masa tua.

Untuk pertanyaan saya yang pertama, "Bagaimana kalau tiba-tiba saya berhenti bekerja? darimana saya mendapatkan pemasukan?",ketika itu yang menjawab adalah usaha saya sendiri untuk bertahan hidup. Dan pertanyaan kedua tentang,  "Apakah nasib saya akan sama seperti dulu,tidak dapat ansuransi dari perusahaan?", yang menjawab adalah perusahaan saya yang sekarang masih saya tempati. Dan siapa yang menjawab pertanyaan ketiga saya tentang, "Bagaimana saya bahagia di masa tua?". Yang menjawab adalah  BPJS Ketenagakerjaan.

Tahun 2015,BPJS Ketenagakerjaan memperikan tambahan layanan dengan meresmikan Jaminan Pensuin. Jaminan yang berupa dana yang benar-benar hanya bisa diambil ketika kita pensiun di masa tua bahkan manfaatnya bisa diberikan untuk anak-anak kita,sebuah terobosan tentunya. Karena tidak hanya karyawan negeri saja yang mempunyai Jaminan Pensiun,tapi karyawan swasta juga bisa. Melalui blog ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menjawab pertanyaan saya. Mungkin tidak hanya pertanyaan saya saja,tapi pertanyaan orang-orang lain di luar sana yang mempunyai tujuan sama seperti saya,untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan bahagia di masa tua kelak.

Penulis : 
Erisfika Bahrul Hikmah

Artikel ini juga bisa dilhat di Blogdetik

Popular posts from this blog

Ulasan : Film Hangout (rilis : 22 Desember 2016)

Ulasan Film Cek Toko Sebelah 2017 : Berlari Tanpa Kaki